08 August 2007

Ayo Benahi Jakarta

benahi_jakarta

PILKADA JAKARTA

Semalaman saya melihat ’perang spanduk dan pamlet pilkada’ di sekitar daerah Pademangan Barat, Jakarta Utara. Rebutan tiang listrik yang letaknya strategis pun tak terelakan. Prinsipnya, siapa yang duluan, dia yang berhak menjadikan tiang listrik sebagai tiang penyangga spanduk pasangan yang didukungnya. Lucu, aneh, dan terkadang mengundang tawa geli saat melihat para relawan pilkada adu kekuatan.


Salah satu pasangan kandidat yang didukung kekuatan belasan partai tak urung lebih mekar senyumnya saat melihat spanduk rivalnya nyaris tenggelam. Saya merasa miris melihat ketimpangan itu. Kasian, tentu saja. Dan berangkat dari rasa itu, saya pun tergugah untuk memposisikan diri untuk segera memberi dukungan pada yang lemah. Jujur saja, ini hanya bentuk dukungan pribadi. Saya bukan anggota partai [PKS] atau anggota partisan organisasi manapun!


Jika dalam blog ini saya sekarang berani memasang atribut Adang-Dani, itulah salah satu bentuk dukungan yang bisa saya berikan kepada mereka. Saya tak bermaksud ingin mempengaruhi pengunjung setia blog kota tua ini. Pilkada hanyalah pesta sesaat. Setelah pesta ini usai, sebagai rakyat kita akan kembali terpekur dalam kehidupan yang sesungguhnya. Kita akan kembali memperjuangkan diri kita sendiri agar tetap dapat hidup layak.


Ketika sebuah dukungan lahir karena barter suara dengan selembar uang lima puluh ribuan, maka itu adalah pilihan yang menyesatkan. Anda akan terjebak dalam permainan politik hitam. Di mana yang kuat harus jadi pemenangnya. Dan sebagai ’pemilih yang terjebak’ Anda akan mencaci maki manakala dukungan yang telah Anda berikan kemudian diselewengkan. Harga beras mahal, BBM susah, macet disana-sini, banjir menjadi langganan, dan masih banyak lagi keluh kesah yang meletup dari perasaan.


Saya tak pernah membaca profile seorang Dani Anwar. Mendengar namanya pun setelah gegap gempita pilkada Jakarta ini. Tapi soal Adang, hmm ... track recordnya lumayan panjang untuk di jabarkan. Kepada sosok inilah saya menaruh harapan untuk perkembangan bumi Jakarta 5 tahun ke depan. Percayalah, Anda keliru besar kalau menilai Adang bukanlah apa-apa saat ini.


Bila Anda sering plesiran ke Kota Tua coba tengok jalan yang menuju Museum Fatahillah. Saya nyaris menangis ketika melihat jalan aspal penuh sejarah itu di ubah dengan batu-batu conblock! Dan yang lebih celaka lagi, lihat di depan Stasiun Beos Jakarta Kota. Sepetak taman disitu sekarang telah di porak porandakan hanya gara-gara shelter busway!


Saya tidak berharap seorang Adang akan melanjutkan penghancuran bentuk asli Kota Tua. Kalau peninggalan sejarah harus hancur, biarlah hanya air dan panas yang meruntuhkannya. Bukan oleh tangan-tangan serakah dan kebijakan penguasa yang selalu mengatas namakan Dinas Tata Ruang Kota. Jakarta memang harus terlihat indah. Harus rapi. Tapi tak adakah cara yang lebih bijak untuk membenahinya? Apakah kita akan memilih sosok yang selama ini berada di balik penghancuran Kota Tua?


Bila Anda warga Jakarta yang memiliki hak pilih dalam PILKADA nanti, inilah waktu yang tepat untuk melakukan sebuah perubahan besar bersama-sama. Jangan tinggal diam. Ayo, kita benahi Jakarta bersama Adang! Salam.


adang_dani


Technorati Tags: , , , , , , , ,

5 komentar:

az&fa said...

cuman heran aja... kok tanggalnya bisa keluar 8 agustus??

uplot said...

itu disengaja. biar tak tenggelam sampai di di hari H-nya. kan 'tanggal 8 hari pesta'nya.

ada yang jeli juga soal tanggal rupanya! ;)

Zanial said...

Blognya Bang Adang nih...
Aku juga sebenarnya setuju amat dengan Bang Adang dan kalau aku jadi warga DKI pasti pilih dia.
Tapi ini blog bukan buat bang adang kan, seharusnya Netral-netral aja ngak ke satu calon aja.

uplot said...

baca review aye lebih teliti nal. kan udeh ditulis lengkap, soal Bang Adang soal pilihan hati nurani. jangan terjemahin sepotong-sepotong. aye cuma ndukung Adang doang.

dan atu lagi yang perlu di inget! ini bukan site resmi bang adang. ini blog keluarga besar kota tua.

soal pilkada, kite semua sepakat milih BANG ADANG doang!

Zanial said...

Hidup Bang Adang....